DSS Agronomi • Makro + Mikro • Target Default

Rekomendasi pupuk dengan target hasil otomatis per tanaman.

Modul ini mengisi target hasil default saat komoditas dipilih, lalu menghitung kebutuhan N, P2O5, K2O, S, dolomit, serta skor prioritas mikro B, Zn, Fe, Mn, Cu, Mo berdasarkan komoditas, pH, status input, dan gejala visual.

Input Data Lapang

Default 6 ton GKG/ha. Boleh diubah sesuai data lapang.

Status Unsur Mikro

Gejala Visual

Gejala visual hanya indikasi awal. Untuk rekomendasi skala besar, utamakan hasil analisis tanah/daun.

Reset

Hasil belum dihitung

Isi data lapang, status hara, dan unsur mikro lalu klik Hitung Rekomendasi.

Basis ilmiah

Daftar Pustaka & Rujukan Teknis

Daftar pustaka ini menjelaskan bahwa modul menggunakan pendekatan dukungan keputusan berbasis prinsip pemupukan, uji tanah, kebutuhan tanaman, unsur mikro, dan validasi lapang. Angka default di modul tetap merupakan baseline awal, bukan pengganti rekomendasi agronomis final.

Prinsip 4RSumber, dosis, waktu, dan tempat aplikasi pupuk harus sesuai kondisi lapang.
Uji tanah & jaringanStatus hara perlu dibaca bersama pH, tekstur, bahan organik, drainase, dan fase tanaman.
Unsur mikro konservatifB, Zn, Fe, Mn, Cu, dan Mo diberi sebagai prioritas indikatif karena dosis aman sempit.
  1. FAORoy, R. N., Finck, A., Blair, G. J., & Tandon, H. L. S. (2006). Plant nutrition for food security: A guide for integrated nutrient management. FAO Fertilizer and Plant Nutrition Bulletin 16. Buka sumber.
  2. FAOFood and Agriculture Organization of the United Nations. (2006). Fertilizer use by crop. FAO Fertilizer and Plant Nutrition Bulletin 17. Buka sumber.
  3. 4RFertilizer Canada. (2021). 4R Pocket Guide: right source, right rate, right time, and right place. Buka sumber.
  4. 4RCrop Nutrition / IPNI legacy resource. 4R Nutrient Stewardship. Buka sumber.
  5. Soil testOregon State University Extension Service. Soil Test Interpretation Guide. Buka sumber.
  6. HortikulturaWarncke, D., Dahl, J., & Jacobs, L. (Michigan State University Extension). Nutrient Recommendations for Vegetable Crops in Michigan. Buka sumber.
  7. PadiInternational Rice Research Institute. Rice Crop Manager dan prinsip Site-Specific Nutrient Management untuk rekomendasi hara spesifik lokasi. Buka sumber.
  8. MikroWhite, P. J., & Brown, P. H. (2010). Plant nutrition for sustainable development and global health. Annals of Botany, 105(7), 1073–1080. Buka sumber.
  9. Sustainable useFood and Agriculture Organization of the United Nations. (2019). International Code of Conduct for the Sustainable Use and Management of Fertilizers. Buka sumber.
  10. ManualInternational Fertilizer Association. World Fertilizer Use Manual. Buka sumber.
Catatan: daftar pustaka ini menjadi dasar metodologis dan edukatif. Penentuan dosis final tetap perlu mengacu pada SOP internal, hasil analisis tanah/daun, standar komoditas lokal, dan validasi agronomis.